Ska (pengucapan bahasa Inggris: [ˈskɑː],
Kreol Jamaika Templat:IPA-endia) adalah genre musik yang berasal di Jamaika
pada akhir 1950-an, dan merupakan pendahulu rocksteady dan reggae. Ska
menggabungkan unsur-unsur musik mento dan musik kalipso dari Karibia dengan
jazz dan rhythm and blues dari Amerika Serikat. Ciri khas musik ini adalah
jalur bass berjalan dengan aksentuasi pada ritme upbeat. Pada awal 1960-an, ska
adalah genre musik yang dominan di Jamaika dan popular di kalangan para mod di
Britania Raya. Musik ini kemudian populer di kalangan skinhead.
Sejarah ska umumnya dibagi menjadi tiga periode: ska asli Jamaika dari tahun 1960-an (gelombang pertama), kebangkitan ska 2 Tone Inggris pada akhir 1970-an (gelombang kedua), dan gerakan ska gelombang ketiga yang dimulai pada 1980-an, dan meraih kepopuleran di Amerika Serikat pada 1990-an.
Ada berbagai teori yang
berbeda-beda menganai asal usul kata ska. Ernest Ranglin mengklaim bahwa
istilah ska diciptakan oleh musisi untuk menyebut suara petikan gitar yang
digaruk, "skat! skat! skat!". Menurut penjelasan lainnya, dalam sesi
rekaman tahun 1959 di bawah produser Coxsone Dodd, pemain dobel bass Cluett
Johnson menginstruksikan kepada gitaris Ranglin untuk "memainkannya
seperti ska, ska, ska." Meskipun penjelasan ini disangkal sendiri Ranglin
yang membantah "Instruksi itu tidak cukup untuk memberi tahu apa yang
harus kumainkan!". Teori lebih lanjut mengatakan ska berasal dari kata
skavoovie yang sering diucapkan Cluett Johnson ketika menyambut rekan-rekannya.
Jackie Mittoo bersikeras bahwa musisi ska menyebut ritme yang mereka mainkan
sebagai Staya Staya, dan Byron Lee adalah tokoh yang memperkenalkan istilah
'ska'. Gitar dan piano menghasilkan bunyi, seperti 'ska, ska,' itulah sebabnya
kami sebut ska. Suara gitar dan piano, itulah mengapa kami menyebutnya sebagai
ska. Perbedaan antara beat R&B dan ska dijelaskan oleh Ernest Ranglin.
Kalau R&B berbunyi "chink-ka", sementara ska berbunyi
"ka-chink".
Sejarah Musik SKA
Untuk mempelajari kita harus
memahami tentang sebuah makna dalam perjalanan waktu. Begitu halnya dengan
sejarah musik ska.
Adalah Perang Dunia II yang
mengubah segalanya. Kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya runtuh
sebelum masa PD II & terpecah belah pada saat pertengahan masa peperangan.
Inggris memeberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya setelah
mendapat tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaika membentuk
pemerintahan sendiri meskipun masih tetap sebagai negara yg makmur. Budaya
Jamaika & muziknya mulai terefleksi dalam optimisme baru & aspirasi
rakyat yang liberal.
Sejak tahun 40'an Jamaika telah
mengadopsi & mengadaptasi berbagai bentuk muzik dari Amerika. Pada saat PD
II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang memainkan muzik² dansa.
Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan trombonisnya Don Drummond & master
gitarisnya Ernest Ranglin terpengaruh oleh pemuzik² jazz Amerika seperti Count
Bassie, Erskine Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller & Woody Herman.
Ditahun 50'an ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang
kecil & cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm & blues sound.
Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh & membawa pola
permainan muzik tersebut ke daerah asalnya. Band-band local di Jamaika seperti
Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ & Tom The Great Sebastian
mulai memainkan gaya baru tersebut. Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama
kali diadakan di kota Kingston tempatnya di Ward Theatre. Band-band tradisional
yang memainkan irama mento-folk-calypso turut mengambil bahagian & sering
kali band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika &
mengelilingi pulau tersebut. Pada akhir tahun 50'an pengaruh-pengaruh jazz,
R&B, & mento (sejenis muzik calypso) melebur menjadi satu bentuk baru
yang dinamakan 'shuffled'. Irama shuffled memperoleh populari berkat kerja
keras musisi-musisi seperti Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers & The
Matador Allstars. Banyak studio & perusahaan rakaman yang mengalami
perkembangan & terus berusaha untuk mencari bakat² baru. The Jamaican
Broadcasting Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada pemuzik² muda
melalui siaran acara² di radio.
Dua orang yang amat berpengaruh
dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50'an adalah Duke Reid &
Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki kedai 'Treasure
Island Liquor' yang berlokasi di jalan Bond (Bond street). Soundsystem Reid
dikenal dengan nama 'The Trojan', diambil dari tulisan yang tertera pada
traknya. Trak yang biasa digunakan sebagai angkutan barang untuk kedainya. Dodd
menamakan soundsystem miliknya 'Sir Coxsone Downbeat' yang diambil dari nama
pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone. Sepanjang akhir tahun, kedua orang
tersebut memimpin persaingan dalam bisnes muzik. Walaupun Coxsone lebih dekat dengan
'Ghetto'(perkampungan yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid
yang dianugerahi sebagai 'King of sound & blues' di Success Club (acara
penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.
Tahun 1962, saat di mana Jamaika
sedang cenderung meniru musik-muzik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang
kemudian dikenali dengan nama 'Prince Buster', tahu bahawa sesuatu yang baru
amat ditubuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah
Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitikberatkan 'ketukan
'afterbeat' ketimbang 'downbeat'. Hingga pada saat ini ketukan afterbeat
menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio
rekaman pun mulai merakam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan label pada
vinyl (piring hitam) dengan tujuan agar memperoleh keuntungan diantara para
pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa yang dimainkan &
'mencuri' untuk sondsystem mereka sendiri.
Perang antara soundsystem pun
memuncak hingga pada saat para donatur terancam oleh segerombolan orang² yang
menyebabkan permasalahan. Orang² ini dinamakan 'Dance Hall Crashers'. Meskipun
fasilitas Mono Recording yang masih primitif, adalah keteguhan hati dari
antusiasnya akan muzik ska yang memungkinkan untuk menjadi muzik komersil dari
Jamaika yang pertama kali. Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa
rakyat Jamaika.
Sepanjang tahun 60'an wilayah
ghetto di Jamaika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang mencari pekerjaan. Pada
waktu itu amat susah di dapati. Pada awalnya pemuda-pemuda ini tidak tertarik
dengan optimisme musik ska. Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identiti
kelompok sebagai 'Rude Boy' (sebuah trend dikalangan pemuda yang pernah terjadi
pada periode awal tahun 40'an) Menjadi 'Rude' ertinya menjadi seseorang dimana
masyarakat menganggapnya tidak berguna. Gaya dansa ska para Rude Boy memiliki
ciri khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju
seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan 'Scofflaws'(orang-orang yang
selalu menentang hukum) & dunia kriminal lainnya. Hal ini terefleksikan
dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan berpakaian Rude Boy iatu
dengan celana panjang yang mengatung hanya semata kaki). Muzik ska sekali lagi
mengalami perubahan untuk merefleksikan 'Mood of the rude' dengan menambahkan
tensi pada permainan bass yang disesuaikan dengan gaya sebelumnya iatu
'free-walking bass style'.
Banyak yang datang mengadu nasib
di kota Kingston untuk memperoleh pengetahuan dalam industri muzik yang kemudian
beralih menjadi penjual ganja ketika gagal & modal makin menipis. Banyak
pula yang berkecimpung dalam dunia kriminal (tergambar dalam film 'The Harder
They Come' yang diperankan oleh Jimmy Cliff ...film ini dipercaya mengisahkan
tentang perjalanan hidup Jimmy Cliff)
Dua parti politik yang ada di
Jamaika membentuk banser bersenjata. Opini publik pun mengarah pada penentangan
terhadap kelompok Rude Boy & penggunaan senjata api. Peraturan memiliki
senjata api pun ditilik kembali setelah melalui periode dimana kepemilikan
senjata diperbolehkan asal tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapa pun
yang memiliki senjata api yang ilegal, diancam hukuman penjara seumur hidup
Artis & produser mendukung
bahkan 'memaafkan' atas prilaku kelompok Rude Boy melalui musik ska. Dukungan
untuk tidak menggunakan senjata api terefleksi dalam lagu-lagu seperti
"Lawless street" dari kelompok Soul Brothers, "Gunmen coming to
town" The Heptones. Duke Reid memproduseri salah satu grup ska The Rude
Boy (shuffling down Bond street) C.S. Dodd pun ikut memproduksi grup muda yang
memiliki visi muzik mereka sebagai 'rudies' iatu kelompok The Wailers ( Bob
Marley, Peter Tosh, Bunny Wailer).
Prince Buster menemukan seseorang
yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy yaitu Judge Dread. Lagu "007
Shanty Town" yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya
cemerlang dalam mendokumentasikan perilaku Rude Boy kedalam sebuah lagu
(berhasil memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts)
Tema rude boy masih mendominasi
sepanjang periode ska, dan popularitinya memuncak sepanjang musim panas tahun
1964. Beat ska menjadi lebih lambat & Rocksteady pun lahir. Gelombang ska
pertama berakhir pada tahun 1968 (Rocksteady adalah bahagian cerita lain:
Rocksteady kemudian melahirkan muzik Reggae. Populariti muzik Reggae di Inggris
di sebarkan oleh Skinhead; kelompok Rastafarian mengadopsi muzik Reggae &
lirik² lagunya cenderung bertemakan ajaran Rastafari & pandangan
Relijiusnya, Reggae pun berkembang menjadi 'Dub', 'Dancehall', & seterusnya
...& seterusnya ...) Memasuki gelombang kedua ...sebelumnya marilah kita
lihat beberapa sejarah ska lainnya: ditahun 1962, saat di mana Inggris
menjanjikan jaminan secara tak terbatas kepada para imigran yang berasal dari
Negara-negara persemakmurannya, rusuhan pun terjadi. Disaat itu muzik ska &
Reggae sedang populer. Dibawa dari Jamaika oleh banyak pemuzik & produser
yg ikut berimigrasi, termasuk 'The Trojan' & seorang kelahiran Kuba, Laurel
Aitken. Pada tahun 70'an, imej Rude Boy diperbaharui & terhasil dalam
penggabungan 2 jenis musik yg masih tergolong baru di Inggris iatu Reggae &
Punk oleh band The Clash (Rudie can't fail). Antara pertengahan hingga akhir
tahun 70'an, band seperti The Coventry Automatics memilih untuk memainkan ska
ketimbang Reggae karena menurut Jerry Dammers (pendiri band tersebut),
memainkan musik ska lebih mudah & gampang. The Coventry Automatics merubah
namanya menjadi The Specials AKA The Automatics, kemudian berubah lagi menjadi
The Specials.
Selanjutnya pada tahun 1979 Jerry
Dammers mendirikan 2Tone Records. Keinginan Dammers layaknya seperti Prince
Buster di awal tahun 60'an yaitu menciptakan sesuatu yang baru. Hitam &
putih menjadi simbol. Lahirlah yang dinamakan dengan 2Tone ska. Logo 2Tone iatu
gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi
'pork pie', kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu 'lofers' hitam
menjadi logo resmi yang karakternya di beri nama 'Walt Jabsco' (diambil dari
nama Walt Disney, pendiri film kartun & Jabsco bererti ganja dalam bahasa
slang latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri berdasarkan pose Peter Tosh pada
sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat di lihat pada cover album
'The Wailing Wailer Studio One Realease'. Pada saat rusuhan sedang terjadi,
& organisasi racist 'National Front' sedang tumbuh pesat, pakaian hitam
putih dan band yang anggota nya terdiri dari perusuh, mengetengahkan lagu-lagu
yang bertemakan 'unity' disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu racial.
Sama halnya dengan musik ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat itu terefleksi
kedalam lirik lagu, seperti "Racist Friend" The Specials AKA.
Band-band seperti Madness, The Beat, The Selecter, The Bodysnatchers & The
Specials membuat ska menjadi sesuatu yang segar dengan mengolah nomor-nomor ska
klasik dari Prince Buster (Roughrider, Madness, Too hot, dll.) &
artis-artis gelombang pertamanya.Band lain yang tidak termasuk 2Tone tetapi
berasosiasi dengan gerakan 2Tone adalah Bad Manners. Ada juga persilangan
dengan artis gelombang pertama dengan band 2Tone (Rico Rodriguez adalah pemain
trombone yang menjadi additional player pada kelompok The Specials, anak murid
dari pemain trombone ternama Don Drummond & sering dipakai sebagai musisi
studio do Jamaika).
Pada akhirnya Chrysalis Records
membeli 2Tone dari Dammers dengan keputusan menandatangani perjanjian kontrak
dengan band-band 2Tone lainnya. Termasuk antara lain: The Specials, The
Selecter, Madness, Rico Rodriguez, The Swinging Cats, The Friday Club, The
Bodysnatchers, The Hisons, JB Allstars, Specials AKA, The Apollonairs,The Beat
(di Amerika di kenali dengan nama 'The English Beat' karena sudah ada band yang
memakai nama The Beat) & sebuah single dari Elvis Costello.
(catatan: single Elvis Costello tersebut berjudul "I can't stand up for falling down" menjadi permasalahan & tidak pernah di jual. Copy lagu tersebut diberikan secara gratis kepada penggemar Costello pada saat pertunjukannya. Costello memproduseri debut album The Specials & menjadi guest singer sekaligus produser untuk single The specials AKA yang berjudul Nelson Mandela 12".
(catatan: single Elvis Costello tersebut berjudul "I can't stand up for falling down" menjadi permasalahan & tidak pernah di jual. Copy lagu tersebut diberikan secara gratis kepada penggemar Costello pada saat pertunjukannya. Costello memproduseri debut album The Specials & menjadi guest singer sekaligus produser untuk single The specials AKA yang berjudul Nelson Mandela 12".
Tahun 1985 2Tone label dibubar.
Dammers mengalami kebangkrutan terhadap perusahaan Chrysalis. Band-band 2Tone
mengalami masa popularitasnya dari tahun1978-1985 walau bagaimanapun bukan
hanya 2Tone yang memainkan musik ska. Diantara band-band lainnya adalah The
Tigers, Ska City Rockers, The Akrylykz (dengan Roland Gift pada tenor sax, yang
kemudian bergabung bersama anggota The English Beat Cox, & Steele yang
belakangan menjadi penyanyi di Fine Young Cannibals), The Employees, The Piranhas,
dan masih banyak lagi.
Hal tersebut menutup gelombang
kedua musik ska . pada gelombang ketiga: dengan berakhirnya 2Tone &
gelombang kedua, musik ska menjadi sempit namun tidak menjadi musik yang usang.
Adalah The Toasters (pernah merilis single dibawah nama 'Not Bob Marley'), Bim
Skala Bim, The Untouchables & Fishbone yang menjadikan tradisi dalam
mencampur beat ska dengan unsur² musik lainnya seperti pop, rock dan beat-beat
lainnya.
Kehadiran gelombang ketiga musik
ska terdiri dari berbagai bentuk dengan mengkombinasikan hampir setiap jenis
muzik yang kira-kira dapat dicantumkan dengan irama ska. Band-band seperti Jump
With Joey, Hepcat, Yebo, NY Ska Jazz Ensemble & Stubborn Allstars tetap
bermain pada akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty
Bosstones, dll. menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core. Regatta 69,
Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap bertahan pada corak Reggae/Rocksteady beat.
Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll. mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone.
Yang menarik adalah band asal Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska
dengan musik tradisional Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band
The Brownies yang mencampurkan ska dengan apa saja !!
Imej Rude Boy/Rude Girl hadir
kembali pada gelombang ketiga, namun kali ini tidak sebagai pemberontak. Tetapi
sebagai suporter yang fanatik dengan muzik SKA, Skinhead Against Racial
Prejudiced (SHARP's) juga konsep-konsep 'sell outs'. Ada beberapa aspek
diantaranya yang belum berubah: ska masih menjadi muzik dikalangan remaja,
setiap pertunjukan ska dapat disaksikan oleh segala umur & tidak terlalu
mahal untuk mengakomodasikannya. Disamping itu juga ska masih membentuk beat
yang unik & harmonis walaupun digabungkan dengan unsur-unsur muzik lainnya
& orang-orang pun masih banyak yang menikmatinya.
Sejarah ROCKSTEADY
"My boy lollipop" yang
dibawakan oleh Millie Small adalah cover version dari lagu bercorak R&B
milik Barbie Gaye, menjadi lagu favorit generasi Mods di Inggris. Bagi mereka,
pilihan musik adalah 'soul', disamping itu mereka menyukai ska dengan cara
berpakaian ala 'Rudeboy'. Beberapa tahun kemudian, diantara mereka yang menjadi
'Skinhead' meniru gaya penampilan tersebut. Terjadi suatu hubungan antara
rusuhan kulit putih dengan rusuhan kulit hitam. Baik Skinhead ataupun Rudeboy,
kedua-duanya adalah 'kelas pekerja' yang mempunyai gaya hidup sendiri.
Fenomena Rudeboy bermula dari
Jamaika yang kemudian menyebar ke daratan Inggris. Adalah pemuda-pemuda pengangguran
yang lahir di kota Kingston setelah masa kemerdekaan. Tanpa pekerjaan &
wang mereka tinggal di wilayah 'ghetto' seperti Trenchtown & Riverton city.
Kadang-kala mereka membentuk 'gang' & terjun kedunia kriminal. Rudeboy
hidup dalam lingkungan masyarakat pinggiran & mengekspresikan diri mereka
dengan cara berpakaian serta gaya berdansa yang khas. Ska, dengan ketukan tempo
yang cepat memberikan cukup tenaga untuk berdansa. Tetapi Rudeboy tidak begitu
menyukai gaya berdansa yang terlalu cepat. Mereka biasanya berdansa dengan
setengah ketukan tempo irama ska. Oleh karena itu, ska berubah untuk
mengakomodasikannya.
Lahirlah Rocksteady
Musik ska berubah. Pada tahun
1966 hampir setengah dekad, saat dimana musik ska berkembang, tetapi tidak
untuk irama dasar dan aransemennya. Masih dengan definisi 'Offbeat' & pola
permainan bass 'free walking style'. Konsep rocksteady membawa ide baru untuk
ska. Iramanya begitu eksperimental & lebih pelan. Adalah Hopeton Lewis yang
membawakan lagu "Take it easy" dalam bentuk ska tetapi tidak dapat
menemukan bentuk irama yang pas, kemudian ia bawakan dalam tempo irama yang
slow. Dan ketika aransemen telah selesai, seorang teman mengatakan,
"That's rock steady man, that's rockin' steady" dan begitulah nama
rocksteady pun lahir.
Topik tentang Rudeboy terus
berlanjut sepanjang periode ska & mencapai puncak populariti pada musim
panas 1964. Beat ska menjadi pelan & rocksteady pun lahir. Memaksa para
'dancers' untuk berdansa lebih pelan. 'Slow to rock'. Ada juga yang berpendapat
bahawa rocksteady lahir dari ketidakpuasan para pemuzik terhadap ska &
pencarian sesuatu yang baru. Apapun alasannya, rocksteady lahir untuk berbeda
dengan ska. Dengan 'memutus' ritme ska, memberikan efek pola permainan bass
untuk bermain lebih terangkai (cluster), ketimbang permainan bass pada irama
ska yang berpola linier (continuous line).
Tak diragukan corak irama baru
ini terbukti menjadi populer ("Take it easy" terjual 10.000 unit
hanya dalam waktu satu minggu). Sebagian karena irama ini tergolong baru &
juga para 'dancers' tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Oleh karena itu
mereka dapat bertahan lama di 'dance floor'.
Walaupun ska tersebar di Inggris,
namun ska tidak bertahan lama hingga rocksteady menjadi populer. Disebabkan
oleh 2 hal yaitu, berdirinya lisensi 'Trojan Records' (record label dari
Jamaika) & para pemuzik yang mencuba menerapkan bentuk baru tersebut.
Orang pertama yang mempopularkan
rocksteady di Inggris adalah Desmond Dekker (nama asli: Desmond Dacres)
sebelumnya ia bergabung lama dengan Leslie Kong, hingga pada tahun 1967 ia
memutuskan untuk solo & mencetak hit pertamanya, "007 (Shanty
town)".Adalah salah satu diantara lagu-lagunya yang banyak mempengaruhi
'Judge Dread'. Di Inggris singlenya (dirilis oleh Trojan Records) mencapai
chart lagu #12 & terus bertahan menjadi hit hingga memasuki tahun 1969.
Pada saat itu pula di Jamaika sedang dilanda 'demam' Reggae. Hit Desmond Dekker
yang paling populer adalah "Israelites" mencapai puncak chart lagu #1
di Inggris, Kanada, Swedia, Jerman Barat, Belanda, Afrika Selatan & menjadi
hit pertamanya pada chart lagu di Amerika #9.
Rocksteady tidak hanya menurunkan
tempo, tetapi juga mengalihkan penekanan pada alat tiup kearah gitar dan vokal.
Singkop ketukan yang 'jumpy' menjadi kurang tegas. Hingga menghasilkan versi
sound yang lebih rileks dari 'American soul'. Tiga contoh utama untuk sound
baru ini adalah Delroy Wilson dengan "Dancing mood", The Gaylads
dengan "Stop making love", dan tentunya Desmond Dekker dengan
"Israelites" & "007 (Shanty town)". Kesemuanya
mencirikan gaya rocksteady, sound yang lebih mirip dengan 'American soul' &
gospel ketimbang irama ska 'riang gembira' yang nuansanya mengadaptasi dari
gaya New Orleans. Walaupun demikian, para pemuzik Jamaika masih terpengaruh
oleh pop gaya Amerika & Eropa untuk terus mengadaptasi & mengembangkan
bentuk-bentuk tersebut kedalam tradisi & idealisme muzik mereka.
Seiring dengan pertumbuhan
gerakan Skinhead, popularitas Mods pun memudar. Hingga rocksteady pun
berkembang menjadi reggae. Tiba di Inggris, muzik ini dikenal dengan sebutan
'Skinhead reggae'. Puncak popularitas rocksteady amat singkat, paling tidak di
Jamaika. Bagaimana pun, hanya berlangsung antara pertengahan tahun 1966 hingga
akhir 1967. Menurut Morgan, salah seorang pemuik, "Kami tidak menyukai
nama 'rocksteady', jadi kami mencuba untuk membuat versi yang berbeda dari lagu
"Fat man" (salah satu lagu yang menjadi hit diawal karirnya)".
Beat pun diubah dengan menggunakan tambahan organ untuk memberi nuansa pada
irama. Bunny Lee sang produser menyukai versi baru tersebut. "Ia
menciptakan sound dengan organ & ritem gitar. Sound-nya seperti
'reggae,reggae'". Istilah tersebut keluar begitu saja. Bunny Lee pun mulai
menggunakan istilah tersebut dan kemudian seluruh pemuzik mengikutinya. Ada
pula yang berargumen bahwa 'reggae' diambil dari judul lagu The Maytals di
tahun 1968 berjudul "Do the Reggay".
"Ada beberapa penulis muzik
yang secara keliru mengatakan bahawa ska & rocksteady berubah menjadi
reggae. Bahawa sebenarnya reggae adalah bagian yang memisah dari keduanya.
Ketukan ska adalah 'shuffles', sedangkan irama reggae lebih slow, lebih lincah
& lebih tercirikan oleh permainan perkusi. Dan juga reggae lebih
berorientasi pada vokal, sedikitnya lebih enak untuk di dengar dari pada untuk
berdansa. Liriknya pun lebih politis ketimbang ska ataupun rocksteady".
Cara Berpakaian
Penggemar punk ska biasanya
berpakaian dengan gaya yang mencampur ska atau tampilan khas genre 2 Tone.
Busana terkait dengan berbagai jenis mode busana punk, termasuk street punk,
pop punk, skate punk atau hardcore punk.
Berikut
adalah nama-nama band SKA yang berasal dari INDONESIA.
TIPE-X - Band ini dibentuk pada
bulan September 1995. Kini TIPE-X sudah menjadi band SKA ternama di INDNONESIA
dengan hits nya Mawar Hitam, Ciuman Pertama, dan sekarang yang sedang booming
yaitu BOY BAND
SOULJAH - Band yang mempunyai
personil Danar pada Vocal, Sa'id pada toasting, Renhat pada Bass, Bayu pada
Guitar, David pada keyboard, Vino pada saxophone awalnya adalah suatu band yang
fokus pada aliran ska, namun pada 1998 mereka lebih memilih reggae,
YOUNGSTAR CITY ROCKER - Band ska
satu ini, band asli kota Malang. Band ini menamai aliranya SKArema, SKA + Arema
kali, band ini terkenal dengan lagunya shake your hand, step back and other.
HEAVY MONSTER adalah band yang
terbentuk di kota Pahlawan Surabaya pada bulan September sekitar tahun 1998
Silam. Bermula dari berkumpulnya empat orang yang mempunyai keinginan untuk
bermain musik. Formasi saat itu Irhan main gitar , Rois Vokal, Heri pada bass,
dan Herman main drum, dengan membentuk sebuah band. yang membuat perpaduan
antara ska, reggae, swing, punk, rock. Beberapa band luar negeri seperti The
Specials, Madness, Operation ivy, Bob Marley And The Wailers, The Slackers,
Rancid.. adalah sebagian kecil yang menginspirasi gaya bermusik racikan mereka.
lagu lagu band ini enak banget buat joget joget pas konser, enjot the music.
Shaggydog adalah sebuah band yang
terbentuk di Sayidan-sebuah kampung dipinggir sungai di tengah kota Jogja-yang
nyaman dan damai. Pada Tanggal 1 Juni 1997, band yang beranggotakan Heru,
Richard, Raymond, Bandizt, Lilik & Yoyo' ini sepakat untuk menyebut musik
yang mereka mainkan sebagai “Doggy Stylee” ; perpaduan antara beberapa unsur
musik seperti ska, reggae, jazz, swing dan rock n’ roll, bahkan sampai rock
yang di-mix secara special oleh 6 orang bartender ini.
Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Bob Marley, Song Beach Dub
Allstars merupakan sebagian kecil dari band-band yang meng-influence Shaggydog.
Yang lain? Pahit manis hidup adalah inspirasi mereka.
Band yang berasal dari Jakarta ini, memiliki base camp di
bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mereka biasa memainkan musik dengan genre
Rock Steady dan Ska. Berdirinya Monkey Boots berawal dari keinginan sekumpulan
anak muda untuk membentuk sebuah band dengan genre musik Ska. Monkey Boots
dipilih sebagai nama band dikarenakan menurut Dennny sang vokalis nama tersebut
telah melekat pada figur band.
Band yang berdiri pada tahun 2004 ini, memiliki personil
Denny, Edwin, Akbar, Adam, Renato, Reonaldo, Hadaru dan Indra. Sebenarnya hanya
Handaru dan Edwin yang tersisa dari pendiri Monkey Boots, namun seiring
berjalannya waktu bergabunglah beberapa personil yang lain hingga lengkap
kembali.
Monkey Boots memiliki jam terbang yang tinggi, seperti sering
tampil pada even-even kampus maupun dalam acara-acara scooter. Merekapun
menjadi salah satu band yang tampil pada acara Reggae terbesar se-Asia Tenggara
yaitu Indonesia Reggae Fest 2011.
Sumber:
http://kroyok.tripod.com/ska.htm
http://dvaix3.blogspot.com/2012/07/trend-fashion-ala-kaum-punk.html
http://cepp-persib.blogspot.com/2012/07/nama-nama-band-aliran-ska-indonesia.html


